Strategi Caleg berbasis IT

Kami punya system canggih untuk penggalangan masa khususnya bagis caleg, cepat, mudah dan murah.

Tehnis PILKADA Berbasis IT

Posted by infocaleg pada Oktober 8, 2008

Pilkada: Strategi Pemenangan Jitu PILKADA berbasis IT.
Oleh : A. Joudie Posumah Center for Strategic IT.

Penjelasan lebih lengkap silahkan di baca di web pribadi saya www.joudie.com

Gambaran Umum.

“Kenali musuh, kenali diri sendiri, maka kemenangan tidak akan terancam. Kenali lapangan, kenali iklim, maka kemenangan akan lengkap” (Sun Tzu).

Beberapa daerah di PAPUA akan dan sedang menyelenggarakan Pilkada pada tahun 2008 ini, diantaranya adalah Nabire, ……, .
Suasana politik dibeberapa daerah itu sudah mulai “memanas”. Para Kandidat sudah mulai memasang aksi dan strateginya untuk memperkenalkan diri maupun programnya kepada masyarakat. Termasuk Partai Politik yang menjadi “perahu” untuk membawa kandidat ke Pulau pertarungan politik. Partai-partai juga melakukan berbagai cara untuk melakukan seleksi, konvensi, rekrutmen, dan lobi untuk menjaring siapa kandidat yang akan diusungnya menjadi Calon Kepala Daerah, baik yang berasal dari internal maupun eksternal Partainya. Berdasarkan fakta, Partai Politik sebagai Organisasi Politik yang sudah memiliki jaringan sampai ke level akar rumput (grass root), sangat dibutuhkan oleh para kandidat. Pertama sebagai persyaratan administratif dalam UU Politik Indonesia bahwa salah satu yang berhak-disamping calon independen-mencalonkan Kepala Daerah adalah Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang memiliki 15 % perolehan suara ini informasi terahir.

Kedua, sebagai aset strategis dan mesin politik untuk menggerakkan dan menjalankan strategi dan program pemenangan dengan sumberdaya yang dimiliki oleh Partai seperti jaringan, SDM, citra maupun strukturnya sampai tingkat yang terbawah. Akan tetapi mengandalkan kekuatan Partai saja belumlah cukup. Apalagi kalau menggunakan logika matematika hasil suara Partai pada Pemilu Legislatif untuk mengukur kemenangan pada Pilkada. Sebagai contoh pada Pilkada daerah Z misalnya Partai yang perolehan suaranya terbesar belum tentu mengantarkan kandidat yang diusungnya untuk menjadi pemenang Pilkada, bahkan mungkin jauh berada dibawah calon lain yang Partai yang mengusungnya. Banyak faktor yang menentukan kemenangan kandidat Kepala Daerah, disamping hasil perolehan suara Partai pada Pemilu sebelumnya, efektifitas dan daya gerak sumber daya manusia Partai yang diistilahkan dengan mesin politik partai lebih menentukan.

Kemudian yang penting berikutnya adalah citra dan popularitas kandidat di mata pemilih, strategi marketing, strategi public relation, lama waktu kandidat memperkenalkan dirinya ketengah masyarakat, kinerja dan track recordnya selama ini, frekuensi dan kualitas penampilan kandidat di media massa, performance, kompetensi, pesona fisik maupun “aura” yang dipancarkan oleh kandidat yang mempengaruhi pasar politik yang terdiri atas tiga bagian yaitu : pemilih, kelompok berpengaruh (influencer groups) dan media massa. Sebagai contoh kasus walau perlu dilakukan studi lebih lanjut, faktor utama kemenangan Bpk Mr-X menjadi Gubernur propinsi Z adalah karena Mr-X telah memilih waktu dan durasi yang cukup panjang untuk melakukan public relation atau pencitraan dirinya melalui media massa dan kelompok berpengaruh seperti LSM yang menganugerahkannya Bung X Anti Corruption Award. Mr-X berhasil mempositioningkan dirinya sebagai “Bupati yang berhasil” dan “Tokoh Anti Korupsi” propinsi Z serta mempunyai strategi matang dalam pembentukan team Sukses.

Salah satu bahan utama untuk pemenangan lainnya adalah Riset Politik dua arah. Menurut Johnson (2001), dalam sistem Pemilu yang demokratis, riset politik merupakan alat yang vital. Kandidat akan sulit memenangkan persaingan jika tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing, perilaku pemilu pemilih, segmentasi pemilih, peta wilayah dan faktor lainnya. Kampanye dan propaganda menurut kandidat semata, akan menyebabkan berpalingnya pemilih ke kontestan lain karena, apa yang disampaikan tidak sesuai dengan aspirasi pemilih. Atau kalaupun kandidat mengetahui apa aspirasi pemilih, namun jika tidak mengetahui cara-cara yang tepat untuk penempatan substansi yang diinginkan, sangat mungkin akan menimbulkan mispersepsi atau pengaburan makna dari pesan yang disampaikan. Atau boleh jadi juga pesaing melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda namun lebih efektif, bisa juga dengan cara yang sama pesaing dapat menggagalkan kemenangan kita karena mereka melakukannya dengan lebih baik.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kemungkinan itu kontestan perlu melakukan riset untuk mengetahui kekuatan dan strategi pesaing. Beberapa kegunaan utama dari riset politik antara lain:

Pertama, untuk menyusun strategi dan taktik. Adman Nursal (2004) mengatakan Strategi kampanye politik tanpa riset bagaikan orang buta yang berjalan tanpa tongkat. Sebaliknya riset tanpa sumber daya strategis seperti desain strategi, orang, dana dan sumber daya lainnya ibarat orang lumpuh yang memahami jalan dan peta akan tetapi tidak memiliki kendaraan untuk menuju tempat yang diinginkannya.

Kedua, riset untuk memonitor hasil penerapan strategi. Implementasi sebuah strategi, akan menimbulkan respon dari pesaing. Reaksi para pemilih perlu diketahui untuk menerapkan strategi berikutnya. Riset monitor politik berorientasi pada tindakan dan reaksi terhadap kondisi saat ini. Jika hasil riset adalah begini, maka apa tindakan yang akan dilakukan.

Salah satu metode riset yang paling populer adalah dengan poling atau survei. Menurut Kavanagh sebagaimana dikutip Adman Nursal (2004) bahwa penyelenggaraan polling memberi input informasi yang relevan untuk membuat strategi marketing politik, diantaranya adalah : membangun citra, menyusun kebijakan, tracking atau memantau kelemahan dan kekuatannya dari waktu ke waktu dan menetapkan pemilih sasaran yang berdasarkan karakter tertentu yang menjadi targetnya. Menurut Shea dan Burton (2001), kita perlu melakukan riset terhadap profil data pesaing. Riset mengenai data pesaing sangat bermanfaat dalam menyusun strategi marketing politik. Riset yang dilakukan adalah untuk memperkirakan apa yang ditawarkan pesaing untuk masa depan (evaluasi prospektif) dan bagaimana reputasinya dimasa silam (evaluasi introspektif).

Evaluasi prospektif kegunaannya adalah untuk memprediksi apa yang ditawarkan kandidat pada pemilih untuk masa depan, sehingga kita bisa memberikan prospektif yang lebih unggul. Sedangkan evaluasi introspektif berguna dengan asumsi perilaku masa lalu merupakan cermin untuk menduga prilaku dimasa depan. Evaluasi introspektif ini juga mesti dilakukan oleh kandidat pada dirinya sendiri untuk mengetahui kelemahan dirinya, sehingga ketika kelemahannya diserang oleh pesaing dia dapat mempersiapkan langkah-langkah antisipasinya.

Riset berikutnya yang penting dilakukan adalah riset untuk memantau perkembangan opini publik. Untuk hal ini Johnson (2001) mengajukan 6 jenis riset : pertama, focus group analysis, dilakukan beberapa bulan sebelum pemilihan. Idealnya 12 – 14 bulan sebelum pemilihan.

Riset dilakukan dengan membentuk empat sampai lima group diskusi yang masing-masingnya terdiri dari 8 sampai 12 orang. Kedua adalah benchmark survey, untuk mengetahui rincian kekuatan dan kelemahan kontestan-kontestan yang bersaing. Pada survey ini diketahui juga peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan dan tantangan atau ancaman yang mesti diantisipasi. Idealnya benchmark survey ini dilakukan 10 hingga 12 bulan sebelum Pemilu/Pilkada dengan melibatkan 500 sampai 1.200 responden. Ketiga, focus group analysis after benchmark, dengan melibatkan beberapa group yang terdiri dari 8 sampai 12 partisipan, untuk mendiskusikan secara mendalam hasil benchmark survey.

Keempat, trend survey yang dilakukan beberapa bulan setelah benchmark poll. Hal ini dilakukan beberapa bulan setelah benchmark poll, ketika kampanye sedang berjalan dimana masing-masing kontestan sudah menjalankan strateginya. Survei ini melibatkan 500 sampai 1.200 pemilih. Kelima, dial meter atau tes pasar tentang iklan kontestan dan iklan pesaing berdasarkan hipotesis kandidat sebelum iklan disiarkan. Tes ini biasanya melibatkan 30 sampai 40 orang partisipan untuk melihat bagaimana respon partisipan terhadap iklan yang akn disiarkan. Keenam, tracking polls, biasanya dilakukan pada minggu terakhir kampanye untuk mengetahui kecendrungan terakhir publik. Biasanya dilakukan dengan melibatkan 400 responden dengan menukar 100 responden setiap 2 malam. Tujuan tracking polls ini adalah untuk mengeluarkan “jurus terakhir” dari kandidat untuk memperebutkan kursi politik.

Berdasarkan keterangan diatas, tinggal bagaimana kesiapan dan kemauan kandidat atau kontestan untuk menerapkan hasil riset yang dilakukan. Berdasarkan ini, kandidat telah melakukan cara-cara kampanye dan pemenangan dengan langkah-langkah yang cerdas, dan bukan yang membodohi pemilih dengan cara-cara yang kurang mendidik seperti menyogok pemilih dengan uang (money politics). Atau dengan politik yang kotor seperti melakukan fitnah atau pembunuhan karakter terhadap pesaingnya. Akan tetapi mengungkapkan track record negatif/jelek pesaing dalam artian sebenarnya supaya menjadi bahan pertimbangan publik boleh saja sebagai alat kontrol sosial.

OK.. APAKAH ANDA TAU BAHWA CARA DI ATAS ADALAH CARA MANUAL YANG AKAN MEMBUTUHKAN WAKTU, TENAGA DAN DANA YANG BESAR?

Untuk desain system di atas alat apa yang bisa di gunakan dengan cara IT?

Alat yang bisa di gunakan adalah system komputer berbasis SMS. Dengan tools dan system ini maka aspirasi dan komunikasi bolak balik bisa secara realtime tersaji dari masyarakat langsung ke team monitoring yang sudah terbentuk.

Media yang sudah bisa terjangkau di daerah saat ini adalah tehnologi sms yang di kombinasikan dengan system kontrol tersendiri. Pada system ini di bagi dalam dua bagian penting.

Data capture

Pada fase ini pembentukan koneksi handphone bisa terkoneksi dalam satu network yang terkontrol. Solusi yang tepat saat ini adalah pendekatan ekonomi dengan bisnis pulsa. Pendekatan ini di desain agar responden terlibat aktif dalam bisnis pulsa dan mendapatkan penghasilan. Dan para penjual pulsa (agen) ini yang akan menjadi team leader distribusi informasi bolak balik. Jalur-jalur yang bisa cepat di respon adalah parpol-parpol pengusung kandidat lewat ketua, bendahara dan sebagainya. Jalur lain yang bisa untuk pemberdayaan ekonomi antara lain pebisnis lokal kecil-kecil sampai tingkat desa, organisasi pemuda, kumpulan ibu-ibu. Sebaiknya minimal disetiap desa ada 5 agen pulsa saja sudah cukup menangkap nomor-nomor hp masyarakat dalam radius yang di inginkan.

Data monitoring and feed back

Setelah langkah pertama sukses di jalankan maka tiba saatnya melakukan survey, pooling, distribusi visi misi, penilaian respon dan sebagainya. Setiap orang (calon responden) yang membeli pulsa pada agen (network kandidat) maka nomor HP tersebut akan di catat di komputer team IT untuk di petakan. Pemetaan bisa detail sebab bisa di ranking atau di group sampai tingkat desa. Dan yang tercanggih dalam hitungan detik dan real time informasi yang ingin di sampaikan langsung akan sampai ke pemegang HP dan pasti di baca sebab akan berkaitan dengan pulsa apakah sudah terisi atau belum.

Testimonial ?

Di indonesia system ini belum pernah di jalankan tapi sudah di coba beberapa bulan dan sangat berhasil sebagai media komunikasi langsung dua arah secara masal.

Di Amerika , Obama menggunakan system ini untuk memonitor perkembangan kekuatan politik lewat system IT. Di Indonesia mungkin dari anda yang akan pertama kali menggunakan system ini.

Penutup

Demikian sajian system, apabila ingin mengetahui cara kerja lebih detail system ini dan rancangan anggaran silahkan berkunjung ke ruang IT yang sedang berjalan di Yogyakarta. Yang saat ini sedang di ujicoba di Timika dan Palu. Kami siap berdiskusi.

Salam Andrew : SMS 081392765268

Langkah Tehnis

Setup data

  • Pengkodean data desa (coding) untuk di masukan ke server, yang di perlukan untuk memetakan agen yang terdaftar apakah sudah merata.
  • Pengkodean target kerja Leader (Team Sukses)
  • Pemetaan perkiraan awal kebutuhan masyarakat.
  • Pembuatan WEB profile kandidat dan potensi daerah.
  • Pencetakan brosur.
  • Pembuatan spanduk.

Pembentukan Team dan pembekalan.

Bentuk team dari orang-orang yang mobilitas tinggi di daerah tersebut, berkemampuan komunikasi yang baik. Dan terwakili minimal 1 orang dari setiap kecamatan. Dilatih untuk aplikasi system marketing politik menggunakan system IT (penggunaan sms HP). Dilatih untuk bisa menduplikasin kemampuan kebawah. Target setiap kampung minimal bisa mendapatkan kader yang terduplikasi kemampuan minimal 3 orang. Sasaran calon leader dari pemuka desa, pemuka agama, organisasi, suku, LSM dan sebagainya.

Pembekalan tingkat desa

Dan tiga orang ini mencari agen-agen pulsa baru sebanyak mungkin merata dari ujung kampung sampai ujung kampung yang lain.

Pembekalan dan pengikat di tingkat agen

Agen di berikan brosur-brosur pulsa dimana di halaman tertentu ada sedikit gambaran tentang pemberdayaan ekonomi dan sebagainya sebagai bacaan awal agen pulsa yang kemudian bisa di sebar ke masyarakat sekitarnya. Salah satu pengikat adalah Agen pulsa juga harus menjadi team sukses kandidat.

Pengikat pembeli pulsa

Di berikan harga beli pulsa yang lebih murah, dengan bukti nota SMS. Sehingga pembeli pasti membeli pulsa di tempat yang paling murah, dan saat itu nama kandidat di perkenalkan. Reply pertama adalah “Promo dari X Cell”.

Monitor perkembangan agen dan transaksi

Pada langkah ini mulai termonitor perkembangan jumlah penjual pulsa termasuk kinerja dari team yang di tugaskan pada daerahnya tersebut. Termasuk pada fase ini pelayanan dan monitoring terus di tingkatkan. Pada fase ini juga bisa terjadi perubahan strategi dan pemantapan strategi yang sudah berjalan.

Komando dan evaluasi

Di ruang IT terus di evaluasi data-data yang masuk, dan terus memberikan komando-komando ke leader atas sampai ke bawah. Dan hanya menggunakan SMS.

Kontrol komunikasi masyarakat

Disiapkan media komunikasi SMS center tentang keamanan, pertanian, kesehatan. Dimana bupati bisa memonitor langsung kegiatan departemen lewat komunikasi sms. Sehingga kebutuhan dan perlindungan masyarakat bisa terpusat, cepat di tangani.

Contoh : seorang petani bisa mengirimkan sms ke pusat tentang hasil panen kopi dan menanyakan harga maupun kemana dia menjualnya.

Ada gangguan keamanan bisa langsung di laporkan lewat sms dan ruang kontrol bisa langsung meneruskan ke pihak berwajib. Jadi semua kejadian di masyarakat bisa langsung di respon pemerintah. Dan masih banyak lagi system yang telah kami bangun, dan bisa kami jelaskan bila anda menghubungi kami.

Satu Tanggapan to “Tehnis PILKADA Berbasis IT”

  1. wahidin kamse berkata

    barapa bajet (biaya) untuk menggunakan metode it ini. email mal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.